Makalah
Paragraf dan Jenis Paragraf
Diajukan untuk Memenuhi
Tugas
Mata Kuliah : Bahasa
Indonesia
Kelas : MI C ( Regular
A )
Dosen Pengampu: Satrio
Toto S, M,Pd
Disusun oleh :
1.
Agung Trilaksono (1823073)
2.
Desmita Handayani (1823076)
3.
Eka Okta Fianti (1823081)
4.
Eva Susanti (1823083)
5.
Intan Cahya Putri (1823088)
6.
Juanda Aido Putra (1823090)
7.
Nursyam Sapitri (1823095)
8.
Nyoman Ponitri (1823097)
9.
Shela Sonia (1823100)
PROGRAM STUDI MENEJEMEN INFORMATIKA
AMIK AKMI BATURAJA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas
segala limpahan rahmat dan hidayah-nya sehingga kami dapat menyelasaikan Tugas
Makalah yang berjudul “ PARAGRAf
DAN JENIS PARAGRAF “ pada mata kuliah Bahasa Indonesia.
Kehidupan yang layak dan sejahtera merupakan hal yang sangat wajar dan
diinginkan oleh setiap masyarakat, mereka selalu berusaha mencarinya dan tak
jarang menggunakan cara-cara yang tidak semestinya dan bisa berakibat buruk.
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
karunia-Nya, serta tak lupa sholawat dan salam kepada junjungan Nabi besar
Muhammad SWT atas petunjuk dan risalah-Nya, dan atas doa restu dan
dorongan dari berbagai pihak-pihak yang telah membantu kami memberikan
referensi dalam pembuatan makalah ini.
Kami dapat menyadari bahwa masih banyak kekurangan
dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu kami sangat menghargai akan saran
dan kritik untuk membangun makalah ini lebih baik lagi. Demikian yang dapat
kami sampaikan, semoga melalui makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
semua.
|
Baturaja,
05 Maret 2019
Penyusun
( )
|
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................... 1
·
Latar Belakang……………………………………………………….1
·
Rumusan Masalah ………………………………………………......1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 2
·
Pengertian Paragraf…………………………………………………...2
· Ciri-ciri Paragraf…………………………………………………..2
·
Fungsi Paragraf……………………………………………………3
·
Kegunaan Paragraf…………………………………………………..3
· Unsur – Unsur Paragraf…………………………………………..4
· Syarat-Syarat
penggunaan Paragraf………………………………4
·
Jenis-jenis Paragraf………………………………………………….5
·
Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Tujuannya……………….7
· Macam-Macam Paragraf
Berdasarkan Letak Kalimat Utama…..8
· Macam-Macam Paragraf
Berdasarkan Isi………………………..9
BAB III PENUTUP..................................................................................... 11
·
Kesimpulan....................................................................................... 11
·
Saran................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Umumnya
sering dilupakan perbedaan antara paragraf dan kalimat. Suatu kalimat dalam
tulisan tidak berdiri sendiri, melainkan kait-mengait dalam kalimat lain yang
membentuk paragraph, paragraf merupaka sanian kecil sebuah karangan yang
membangun satuan pikiran sebagai pesan yang disampaikan oleh penulis dalam
karangan.
Paragraf
atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil
penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi
paragrafh, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan
berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan (gagasan
tunggal). Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling
berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.
Dalam
kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu
kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud
alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuknya
yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang
dipakai dalam tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang
lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf
sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang
sederhana boleh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan
menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Pengertian Paragraf,
2.
Kegunaan Paragraf, dan
3.
Jenis-jenis Paragraf.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Paragraf
Paragraf adalah seperangkat atau
sekelompok kalimat yang tersusun dari satu kalimat pokok dan beberapa kalimat
penjelas. Yang di maksud Kalimat
Pokok adalah suatu kalimat yang berisikan masalah atau kesimpulan
dari paragraf itu sendiri. Dan Kalimat
Penjelasmerupakan suatu kalimat yang berisikan penjelasan masalah yang
terdapat di kalimat pokok. Atau definisi paragraf adalah bagian yang berasal
dari suatu karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat, yang isinya
mengungkapkan satuan informasi / kalimat dengan pikiran utama sebagai
pengendaliannya dan juga pikiran penjelas sebagai pendukungnya.
1.
Ciri-Ciri Paragraf, Diantaranya Sebagai Berikut :
·
Yang pertama, kalimat awalnya terletak agak kedalam lima
ketukan spasi untuk jenis karangan yang biasa.
·
Lalu yang kedua, paragraf memakai pikiran utama yang
dinyatakan dalam kalimat topik.
·
Yang ketiga setiap paragraf memakai sebuah kalimat topik dan
juga selebihnya merupakan kalimat pengembang yang mempunyai fungsi menjelaskan,
menguraikan ataupun menerangkan pikiran utama yang terdapat dalam kalimat
topik.
·
Dan yang keempat, paragraf memakai pikiran penjelas yang
dinyatakan dalam kalimat penjelas. Kalimat tersebut berisi mengenai
detail-detail kalimat topik. Paragraf bukanlah kumpulan kalimat topik. Paragraf
hanya berisikan satu kalimat topik dan juga beberapa kalimat penjelas. Setiap
kalimat penjelas berisi mengenai detail yang sangat spesifik serta tidak
mengulang pikiran penjelas lainnya.
2.
Fungsi Paragraf, Diantaranya Sebagai
Berikut :
·
Yang pertama, mengekspresikan gagasan yang tertulis dengan
memberikan bentuk suatu pikiran dan juga perasaan ke dalam serangkaian kalimat
yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
·
Yang kedua, untuk menandai peralihan gagasan baru bagi
karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran
juga.
·
Yang ketiga, untuk memudahkan pengorganisasian gagasan bagi
yang menulis dan memudahkan pemahaman bagi yang membacanya.
·
Yang keempat, memudahkan pengembangan topik karangan ke
dalam satuan unit pikiran yang lebih kecil.
·
Yang kelima, untuk memudahkan pengendalian variabel,
terutama pada karangan yang terdiri dari beberapa variabel.
2.2 Kegunaan
Paragraf
Paragraf
bukan berkaitan dengan segi keindahan karangan itu, tetapi pembagian per
paragraf ini memiliki beberapa kegunaan, sebagai berikut:
1.
Sebagai penampung fragmen ide pokok atau gagasan pokok
keseluruhan paragraph
2.
Alat untuk memudahkan pernbaca memahami jalan pikiran
penulisnya
3.
Penanda bahwa pikiran baru dimulai
4.
Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara
sistematis
5.
Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berguna
bagi pengantar, transisi, dan penutup.
1. Unsur-Unsur
Paragraf
Ada
beberapa unsur yang pembangun paragraf, sehingga paragraf tersebut tersusun
secara logis dan sistematis. Unsur-unsur paragraf itu ada empat macam, yaitu :
1.
Transisi,
2.
Kalimat topik,
3.
Kalimat pengem-bang, dan
4.
Kalimat penegas.
2.
Syarat-syarat Penggunaan Paragraf
1.
Kesatuan
Kesatuan paragraf ialah semua kalimat yang membangun
paragraf secara bersama-sama menyatakan suatu hal atau suatu tema tertentu.
Kesatuan di sini tidak boleh diartikan bahwa paragraf itu memuat satu hal saja.
2.
Kepaduan
Kepaduan (koherensi) adalah
kekompakan hubungan antara suatu kalimat dan kalimat yang lain yang membentuk
suatu paragraf kepaduan yang baik tetapi apabila hubungan timbal balik antar
kalimat yang membangun paragraf itu baik, wajar, dan mudah dipahami. Kepaduan
sebuah paragraf dibangun dengan memperhatikan beberapa hal, seperti pengulangan
kata kunci, penggunaan kata ganti, penggunaan transisi, dan kesejajaranb(paralelisme).
3.
Kelengkapan
Ialah suatu paragraf yang berisi kalimat-kalimat penjelas
yang cukup untuk menunjang kalimat topik. Paragraf yang hanya ada satu kalimat
topik dikatakan paragraf yang kurang lengkap. Apabila yang dikembangkan itu
hanya diperlukan dengan pengulangan-pengulangan adalah paragraf yang tidak
lengkap.
4.
Panjang Paragraf
Panjang paragraf dalam sebagai tulisan tidak sama,
bergantung pada beberapa jauh / dalamnya suatu Bahasa dan tingkat pembaca yang
menjadi sasaran. Memperhitungkan 4 hal :
·
Penyusunan kalimat topik,
·
Penonjolan kalimat topik dalam paragraf,
·
Pengembangan detail-detail penjelas yang tepat, dan
·
Penggunaan kata-kata transisi, frase, dan alat-alat lain di
dalam paragraf.
3.3
Jenis-Jenis Paragraf
Berdasarkan jenis-jenisnya, paragraf dibedakan menjadi lima
jenis, yaitu :
1.
Paragraf Narasi
Paragraf Narasi adalah suatu jenis paragraf yang
menceritakan suatu kejadian atau suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu.
Paragraf narasi terdiri dari narasi kejadian dan narasi runtut cerita. Paragraf
narasi kejadian yaitu paragraf yang menceritakan suatu kejadian ataupun suatu
peristiwa, sedangkan paragraf narasi runtut cerita yaitu paragraf yang pola
pengembangannya dimulai dari urutan tindakan ataupun perbuatan yang menciptakan
ataupun menghasilkan sesuatu.
Contohnya : Jam istirahat Roy tengah
menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali
kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan, tersenyum dan kembali
menulis. Asyik sekali, seakan diruang perpustakaan hanya ada dia.
2.
Paragraf Deskripsi
Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang isinya merupakan
penggambaran dari suatu keadaan atau peristiwa menggunakan kata-kata sehingga
pembacanya seolah-olah ikut merasakan, melihat, dan juga mengalami langsung
kejadian atau keadaan tersebut.
Contoh : Gadis itu menatap Doni dengan
seksama. Hati Doni semakin gencar memuji gadis yang mempesona di hadapanya. Ya,
karena memang gadis didepannya itu sangat cantik. Rambutnya hitam lurus hingga
melewati garis pinggang. Matanya bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan
pijar mengesankan yang misterius. Ditambah kulitnya yang bersih, dagu lancip
yang menawan, serta bibir berbelah, dia sungguh tampak sempurna.
3.
Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah suatu paragraf yang bertujuan
untuk memaparkan, menyampaikan informasi, mengajarkan, menjelaskan dan juga
menerangkan suatu topik kepada yang membacanya dengan tujuan untuk memberikan
informasi sehingga memperluas pengetahuan si pembaca.
Contohnya : Para pedagang daging sapi di
pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging
ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70
persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit
sehingga harganya meningkat.
4.
Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah suatu jenis paragraf yang
mengungkapkan ide, gagasan, ataupun pendapat penulis dengan disertai bukti dan
juga fakta ( yang benar terjadi ). Tujuannya yaitu supaya si pembaca yakin
bahwa ide, gagasan, dan pendapat tersebut adalah benar adanya dan terbukti.
Contohnya : Sebagian anak Indonesia belum dapat
menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan
oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anak-anak kecil
di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh
orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen
atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian
hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga.
Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua
mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di
mana-mana.
5.
Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi adalah suatu bentuk atau jenis karangan
yang mempunyai tujuan membujuk pembaca supaya ingin berbuat sesuatu sesuai
dengan keinginan penulisnya. Supaya tujuannya bisa tercapai, penulis harus
mampu mengemukakan pembuktian dengan menggunakan data dan juga fakta.
Contohnya : Dalam diri setiap bangsa Indonesia
harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa
kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan
memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap
tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat,
kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan
demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling
mencintai.
1.
Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Tujuannya, Yaitu :
a.
Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas, menarik,
dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Contoh paragraf pembuka : Pemilu baru saja usai.
Sebagian orang, terutama caleg yang sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena
pemilu berjalan lancar seperti yang diharapkan. Namun, tidak demikian yang
dirasakan oleh para caleg yang gagal memperoleh kursi di parlemen. Mereka
mengalami stress berat hingga tidak bias tidur dan tidak mau makan.
b.
Paragraf Penghubung
Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak
disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada
paragraf pembuka. Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis
karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif,
eksposisi, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan
yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa
paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada
paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.
c.
Paragraf Penutup
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk
argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang
dianggap penting.
Contoh paragraf penutup : Demikian proposal yang kami buat.
Semoga usaha kafe yang kami dirikan mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha
Esa serta bermanfaat bagi sesama. Atas segala perhatiannya, kami
ucapkan terima kasih.
1.
Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama
1.
Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama
di awal paragraf dan dimulai dengan pernyataan umum yang disusun dengan uraian
atau penjelasan khusus.
Contoh paragraf deduktif : Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam
rapat sebelumnya, sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para
peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa
menggunakannya untuk membuka usaha baru.
2.
Paragraf Induktif
Paragraf induktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama
di akhir paragraf dan diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan
diakhiri dengan pernyataan umum.
Contoh paragraf induktif : Semua orang menyadari bahwa
bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi
kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi
tersendat-sendat. Memang bahasa merupakan alat komunikasi yang penting,
efektif dan efisien.
3.
Paragraf Campuran
Paragraf campuran ditandai dengan terdapatnya kalimat utama
di awal dan akhir paragraph. Kalimat utama yang terletak diakhir merupakan
kalimat yang bersifat penegasan kembali.
Contoh paragraf campuran : Dalam kehidupan
sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan
apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana
komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan
peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana
komunikasi.
1.
Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Isi
1.
Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi ditandai dengan kalimat utama yang tidak
tercantum secara nyata dan tema paragraf tersirat dalam keseluruhan paragraf.
Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.
Contoh paragraf deskripsi : Dari balik tirai hujan sore
hari, pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu seperti perawan mandi basah,
segar penuh gairah dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang kuyup adalah rambut
basah yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping
dan meliuk-liuk oleh hembusan angin seperti tubuh semampai yang melenggang
tenang dan penuh pesona.
2.
Paragraf Proses
Paragraf proses ditandai dengan tidak terdapatnya kalimat
utama dan pikiran utamanya tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas yang
memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi waktu, ruang, klimaks
dan antiklimaks.
3.
Paragraf Efektif
Paragraf efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri paragraf
yang baik. Paragrafnya terdiri atas satu pikiran utama dan lebih dari satu
pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus ada koherensi antar
kalimat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Paragraf adalah seperangkat atau
sekelompok kalimat yang tersusun dari satu kalimat pokok dan beberapa kalimat
penjelas. Yang di maksud Kalimat Pokok adalah suatu kalimat
yang berisikan masalah atau kesimpulan dari paragraf itu sendiri. Dan Kalimat
Penjelas merupakan suatu kalimat yang berisikan penjelasan masalah yang
terdapat di kalimat pokok.
Paragraf bukan berkaitan dengan segi
keindahan karangan itu, tetapi pembagian per paragraf ini memiliki beberapa
kegunaan, sebagai berikut:
1.
Sebagai penampung fragmen ide pokok atau gagasan pokok
keseluruhan paragraph
2.
Alat untuk memudahkan pernbaca memahami jalan pikiran
penulisnya
3.
Penanda bahwa pikiran baru dimulai
4.
Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara
sistematis
5.
Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berguna
bagi pengantar, transisi, dan penutup.
Berdasarkan jenis-jenisnya, paragraf dibedakan menjadi lima
jenis, yaitu :
1.
Paragraf Narasi,
2.
Paragraf Deskripsi,
3.
Paragraf Persuasi,
4.
Paragraf Eksposisi,
5.
Paragraf Argumentasi.
3.2 Saran
Sebaiknya dalam penyusunan paragraf harus menggunakan
aturan-aturan yang sudah disepakati, karena masih banyak orang yang menulis
sebuah paragraf bahkan wacana tidak mengikuti aturan-aturan dalam penulisan
paragraf yang baik dan benar.
Daftar Pustaka
